Jumat, 27 November 2009

Mendiskriminasi tanpa tujuan yang logis

Kita dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda, dan dengan cara itu kita tumbuh dengan suatu kebiasaan.
Bahkan bisa dibilang agama adalah sebuah kebiasaan, sebuah turunan dari orang tua.

Dan kita juga bisa bilang suatu tindakan diskriminasi juga salah satu dari kebiasaan kita.

Minggu ini tema kita adalah tentang diskriminasi dalam bentuk apapun. Ras, Agama, Orientasi seks, Latar Belakang Pendidikan, dan sebagainya.

Sebenarnya kalau kita pikir-pikir lagi, tujuan kita mendiskriminasi orang itu apa sih? Nambahin dosa kali ya!
Diskriminasi sudah terjadi sejak zaman terdahulu jauh sebelum peristiwa apertheid di Afrika.
Diskriminasi warna kulit juga terjadi di Amerika pada zaman dahulu. Sekarang lambat laun hal itu mulai mereda dan hampir tidak ada sama sekali. Namun berbeda dari yang gue dengar dari kakak gue,
"Bullshit, masih banyak terjadi di Amerika sampai sekarang". Gue percaya, dia sudah 3 tahun sekolah di Amerika.

Oke, jangan jauh-jauh di Indonesia saja masih banyak terjadi diskriminasi. Terutama pada ras, orientasi seks, orang miskin, dan juga gender.

Gue akan jujur disini, gue adalah seorang anak keturunan Jawa dan Cina. Gue bangga jadi orang Jawa dan gue juga bangga menjadi orang Cina. Boleh kan gue chauvinis? Siapa sih yang gue suka kaumnya dipuji? Dan boleh kan gue marah kalau kaum gue dijelek-jelekin?
Yang pasti setiap kaum mempunyai keunggulannya masing-masing, entah dari kegiatan berdagangnya, dari tutur bicaranya yang sopan, dsb.
Terus kenapa kita nggak menyatukan perbedaan itu, katanya Bhineka Tunggal Ika? Jadinya kita bisa sepenuhnya menjadi manusia Indonesia. Bangga terhadap kaumnya? Boleh! Tapi kita juga harus bangga terhadap kaum lain yang telah menjadi saudara kita! Please donk! Budaya sih budaya, tapi klo nggak sesuai dengan zaman modern, ke laut aja deh! Udah tahu negatif, terus diikutin, otaknya beku kali ya.


Diskriminasi terhadap orang-orang yang mempunyai orientasi seks juga sangat banyak di Indonesia, hal ini biasanya dipengaruhi agama yang mayoritas di Indonesia yang melarang adanya keabnormalan seks. Oke, mari kita telaah!
Gue suka banget sama Adam Lambert (Juara 2 American Idol season 8), dan seorang musisi jenius. Gue suka ngeliat video-videonya di youtube, tapi comment yang ada cuma hanya tentang keabnormalan dia. Memangnya penting? Toh, dia punya kualitas suara yang oke. Memangnya pernah dalam agama kita harus menjauhi mereka? Tidak! Bahkan kita harus bergaul dengan mereka, untuk apa? Yang pasti ada untungnya buat kita, mempunyai kenalan yang tak terbatas, memangnya orientasi seks menular?? Please deh, jangan kolot!

Okeh, di atas itu cuma beberapa contoh aja, so, please klo ingin tahu lebih banyak buka UU No. 40 tahun 2008, ternyata mendiskriminasi orang ada hukumannya, see you!

PS: Not trying to offend anybody

0 komentar:

Posting Komentar